Abstrak
Pencemaran biji oleh jamur bisa berbahaya baik dalam kasus dimana benih digunakan untuk menabur baik saat disimpan sebagai makanan manusia atau hewan. Beberapa penyakit tanaman pada tanaman hortikultura berasal dari benih yang terinfeksi yang merupakan pembawa kelanjutan infeksi patogen: untuk setiap spesies tanaman diketahui setidaknya satu penyakit yang dapat ditularkan melalui benih. Kontaminasi benih yang superfisial untuk pakan manusia atau hewan selama penyimpanan dan pemasaran berasal dari infeksi yang dihasilkan di lapangan dan dari jamur saprophytic seperti Aspergillus spp. Penicillium spp dan Fusarium spp. yang menghasilkan metabolit berbahaya bagi kesehatan manusia atau hewan (aflatoksin B1, B2, G1, G2, M1, ocratoxin A, zearalenone dan fumonisin).
Pekerjaan ini melaporkan hasil dari dua uji coba percobaan yang dilakukan dengan menggunakan perawatan ozon pada disinfestasi benih. Sebuah percobaan dilakukan terhadap benih kacang polong lokal yang dikumpulkan dari ahli hortikultura, di sebuah ladang di Italia Selatan, yang menghasilkan benih untuk disemai. Uji coba kedua dilakukan pada gandum gandum berumur 1 tahun yang disimpan, cv. Cappelli, dan biji-bijian Barley cv Jiaidor digunakan untuk transformasi makanan. Pada kedua percobaan ozon pada konsentrasi 3% berat diaplikasikan sebagai campuran ozon + udara selama 1, 1,5 dan 3 menit. Benih yang tidak diobati digunakan sebagai kontrol. Benih yang diobati dan tidak diobati diinkubasi di PDA dalam cawan Petri selama 4 hari. Jamur yang telah dikembangkan kemudian diidentifikasi dan dihitung. Fusarium spp, Alternaria spp Penicillium spp dan Aspergillus spp. diamati. Waktu paparan terpanjang efektif dalam penyiraman benih tanpa pengaruh pada perkecambahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar